Kabar Sekitar Breaking

Zulhas Targetkan Penanganan Sampah di 24 Kota Prioritas Rampung pada 2028

Share berita ini
Zulhas Targetkan Penanganan Sampah di 24 Kota Prioritas Rampung pada 2028
Zulhas Targetkan Penanganan Sampah di 24 Kota Prioritas Rampung pada 2028
Pemerintah RI menargetkan penanganan sampah di 24 kota prioritas nasional selesai pada 2028.

WONOSOBO, beritawonosobo.com – Pemerintah menargetkan penanganan sampah di 24 kota prioritas nasional selesai pada 2028. Target itu dibarengi dengan penyederhanaan regulasi agar pembangunan fasilitas pengelolaan sampah tidak lagi terhambat proses perizinan yang panjang.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan usai menghadiri Dialog Masyarakat Sipil untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan di Gedung Sasana Adipura Kencana, Kabupaten Wonosobo, Minggu (12/7/2026).

"Sekarang kita perbaiki dulu regulasinya, aturannya," kata Zulkifli Hasan.

Menurut Zulhas, selama bertahun-tahun penanganan sampah berjalan lambat karena terbentur banyak aturan. Kondisi itu membuat pembangunan fasilitas pengelolaan sampah, khususnya di lokasi pembuangan terbuka (open dumping), sulit direalisasikan.

Ia menyebut selama 11 tahun terakhir hanya dua izin pengelolaan sampah untuk lokasi open dumping berkapasitas di atas 1.000 ton yang diterbitkan. Dari jumlah itu, hanya satu proyek yang akhirnya dapat beroperasi.

"Selama 11 tahun cuma keluar izin dua. Satu bisa jalan, satu enggak bisa jalan," ujarnya.

Karena itu, pemerintah memangkas regulasi yang dinilai menghambat investasi dan pembangunan fasilitas pengolahan sampah. Menurut Zulhas, aturan yang sebelumnya berjumlah ratusan kini disederhanakan sehingga proses perizinan diharapkan lebih cepat.

Pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan sampah di 24 dari 40 kota yang masuk daftar prioritas nasional. Beberapa di antaranya Jakarta, Surabaya, Bandung, Tangerang, Palembang, dan Medan.

"2027 Insyaallah 50 persen selesai, 2028 Insyaallah 50 persen lagi selesai," kata Zulhas.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyambut baik langkah pemerintah pusat yang mempercepat penanganan sampah melalui penyederhanaan regulasi. Menurutnya, kebijakan tersebut memberi harapan bagi daerah untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah.

Afif mengatakan Kabupaten Wonosobo memproduksi sekitar 120 ton sampah setiap hari. Meski sudah memiliki bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), persoalan sampah masih menjadi tantangan, terutama dalam membangun budaya masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan sarana dan prasarana agar kapasitas pengolahan sampah di Wonosobo meningkat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan.